Menurut Yahoo News, para ahli strategi Societe Generale SA telah menurunkan peringkat ekuitas India menjadi netral dari overweight, mengutip pemilihan umum yang akan datang sebagai sumber volatilitas bagi pasar saham negara ini. Penurunan peringkat ini terjadi pada saat prospek pertumbuhan ekonomi India sedang moderat. Pasar Asia Selatan diperkirakan akan mengalami jeda dalam performa hingga pemilihan umum selesai, menurut ahli strategi Frank Benzimra dan Rajat Agarwal. Langkah ini berlawanan dengan optimisme Wall Street, karena Goldman Sachs Group Inc. menaikkan peringkat India menjadi overweight pada awal bulan ini, dengan alasan prospek pertumbuhan struktural yang kuat di negara ini.
Indeks S&P BSE Sensex telah naik 15% sejak tim Benzimra meningkatkan saham India pada September 2022, dibandingkan dengan kenaikan 8,8% dalam Indeks MSCI Emerging Markets. Ahli strategi Societe Generale juga menurunkan peringkat Indonesia menjadi underweight karena prospek pendapatan yang lemah dan ketidakpastian politik. Pemilihan umum yang akan datang di berbagai pasar, dikombinasikan dengan ketidakpastian keputusan suku bunga Federal Reserve, menimbulkan risiko peningkatan volatilitas di pasar keuangan global. Masyarakat Indonesia akan pergi ke tempat pemungutan suara di bulan Februari, sementara pemilihan umum di India diperkirakan akan berlangsung di bulan April dan Mei.